Ligadewa adalah sebuah desa kecil terpencil yang terletak jauh di dalam hutan lebat di Indonesia. Ini adalah rumah bagi masyarakat adat Dayak, yang telah hidup harmonis dengan tanah tersebut selama berabad-abad. Masyarakat Dayak memiliki keterkaitan yang mendalam dengan alam dan meyakini pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan.
Salah satu aspek yang paling menarik dari budaya Dayak adalah praktik spiritual mereka, yang berpusat pada konsep wali. Para penjaga ini diyakini sebagai makhluk spiritual yang melindungi desa dan penduduknya, serta hutan dan sungai di sekitarnya.
Para penjaga Ligadewa sangat dihormati dan disegani oleh masyarakat Dayak, karena mereka percaya bahwa mereka mempunyai kekuatan untuk membawa rejeki, kemakmuran, dan perlindungan bagi masyarakat. Para penjaga ini mempunyai wujud yang berbeda-beda, mulai dari hewan hingga makhluk mitos, masing-masing memiliki karakteristik dan atribut uniknya sendiri.
Salah satu penjaga yang paling menonjol di Ligadewa adalah naga yang dikenal dengan nama Naga. Naga diyakini sebagai makhluk yang kuat dan baik hati yang melindungi desa dari bahaya dan membawa kemakmuran bagi penduduknya. Masyarakat Dayak mengadakan upacara dan ritual yang rumit untuk menghormati Naga, memberikan hadiah dan doa sebagai imbalan atas perlindungan dan berkahnya.
Penjaga penting lainnya di Ligadewa adalah harimau, yang dikenal sebagai Harimau. Harimau dipuja karena kekuatan dan keberaniannya, serta dipercaya dapat melindungi desa dari roh jahat dan bahaya lainnya. Masyarakat Dayak sering memanggil roh harimau melalui ritual dan tarian, untuk meminta bimbingan dan perlindungan.
Selain penjaga hewan tersebut, masyarakat Dayak juga mempercayai adanya roh leluhur yang dikenal dengan nama Orang Bunian. Roh-roh ini diyakini menjaga desa dan penduduknya, membimbing mereka dan menawarkan perlindungan pada saat dibutuhkan.
Praktik spiritual masyarakat Dayak sudah tertanam kuat dalam budaya dan tradisi mereka, dan memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Praktik-praktik ini diturunkan dari generasi ke generasi, untuk memastikan bahwa ikatan antara komunitas dan pengasuhnya tetap kuat dan langgeng.
Pengunjung Ligadewa sering kali terpikat oleh keindahan dan kekayaan budaya Dayak, dan dipersilakan untuk berpartisipasi dalam praktik dan upacara spiritual desa tersebut. Dengan menyelami tradisi masyarakat Dayak, pengunjung dapat memperoleh pemahaman lebih dalam tentang keterhubungan manusia, alam, dan dunia spiritual.
Di dunia yang semakin terputus dari alam dan dimensi spiritualnya, para penjaga Ligadewa menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya menjaga dan menghormati bumi dan seluruh penghuninya. Melalui praktik spiritual dan ritual mereka, masyarakat Dayak terus menjunjung tinggi tradisi kuno mereka dan menjaga hubungan harmonis dengan tanah mereka, memastikan bahwa wali mereka akan menjaga mereka dari generasi ke generasi.
